PIS DIKPOL PERKUAT MASYARAKAT SIPIL MENUJU MASYARAKAT ADIL, MAKMUR, LESTARI, DAN BERKEADABAN

Tanjungsari (9/9) – Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul melaksanakan kegiatan Pendidikan Politik Masyarakat (PIS Dikpol) pada hari Rabu, 9 September 2026, bertempat di Balai Kalurahan Kemiri Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan, jajaran Pemerintah Kalurahan Kemiri, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta berbagai elemen masyarakat yang antusias mengikuti jalannya kegiatan.

Mengusung tema “Memperkuat Masyarakat Sipil dalam Rangka Meningkatkan Harmoni Menuju Masyarakat Adil, Makmur, Lestari, dan Berkeadaban”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan demokrasi di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan  Basirahayu, S.I.P., M.A.P menyampaikan bahwa pendidikan politik merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas demokrasi melalui penguatan kapasitas masyarakat sebagai warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan mampu menjadi agen pemersatu yang menjaga kerukunan serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Sebagai narasumber, Pamuji Raharjo, S.Sos., M.A.P. dari Universitas Gunung Kidul (UGK) menyampaikan materi mengenai pentingnya penguatan masyarakat sipil sebagai pilar demokrasi yang berperan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. H. Asrofi, S.Ag., M.Hum., selaku Ketua MUI Kabupaten Gunungkidul, menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga persatuan, kerukunan umat, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan nilai-nilai moral, etika, dan toleransi. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan saling menghormati sebagai modal utama dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias yang ditandai dengan diskusi interaktif serta berbagai pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesadaran masyarakat akan pentingnya peran aktif dalam menjaga stabilitas politik, memperkuat persatuan, dan mendukung terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, lestari, serta berkeadaban di Kabupaten Gunungkidul.

Previous Wujudkan Warga Berdaya, Badan Kesbangpol Gunungkidul Gelar Pendidikan Politik di Kalurahan Tancep

Leave Your Comment