Purwosari (8/05/2018) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten (FKUB) Gunungkidul mengadakan pembinaan di Desa Giritirto Kecamatan Purwosari. Hadir dalam pembinaan tersebut adalah tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa yang berjumlah 50 peserta. Turut hadir pula Ketua serta anggota FKUB sejumlah 4 orang.
Pembinaan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Camat Purwosari, FKUB dan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwosari. Pembinaan dibuka oleh Drs. Mulat Martono, M.Si dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul.
Narasumber yang pertama adalah Camat Purwosari yang memaparkan bahwa budaya tidak lepas dari agama. Beliau juga memaparkan harapan agar Purwosari tetap rukun meskipun menghadapi tahun politik. Warga dihimbau agar tidak terpengaruh dan terprovokasi sehingga kerukunan tetap terjaga.
Narasumber berikutnya adalah Kepala KUA Kecamatan Purwosari yang memaparkan tentang letak Purwosari yang berbatasan dengan kabupaten lain. Hal ini merupakan tantangan bagi warga Purwosari untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama. Sedangkan dari FKUB menjelaskan Trikondial, yaitu tiga kondisi ideal yang meliputi tentang kerukunan intern dalam agama, kerukunan antar umat beragama serta kerukunan antar seluruh pemeluk agama dengan pemerintah. Indonesia yang terletak di antara dua samudera, dan dua benua membuat Indonesia menjadi wilayah yang strategis. Hal ini diharapkan akan membuat masyarakat Indonesia menjadi sejahtera.
Pembinaan bertujuan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Gunungkidul terutama di Kecamatan Purwosari. Selain itu pembinaan ini juga menjadi sarana untuk saling memahami dan menghormati keberadaan agama satu dengan yang lain sehingga rasa toleransi antar umat beragama dapat terwujud.