Semin (11/05) – Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Candirejo, Semin dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita, Perangkat Kalurahan, Lembaga Kalurahan, Generasi Muda Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang oleh Lurah Candirejo, Semin Agus Supriyadi, mengapresiasi kegiatan tersebut, dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul yang telah menunjuk Kalurahan Candirejo sebagai tempat sosialisasi. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kami.
Dari tingkat kerukuan umat beragama, Candirejo kehidupan beragama sangat rukun, walaupun wilayah kami terdiri dari 4 agama yang berkembang, yaitu Islam, Katolik, Kristen dan Budha, semua saling menjaga toleransi sehingga tidak terjadi konflik agama, imbuhnya.
Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul Yuda Haryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menindaklanjuti amanat Permendagri 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan yang melibatkan ungsur, birokrasi, swasta,, jalur pendidikan dan kelompok masyarakat. Tujuan sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar sesama serta meningkatkan semangat nasionalisme, jelasnya.
Hal lain disampaikan oleh Wiwik Widiastuti Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, bahwa peran DPRD dengan representasi rakyat dan berhubungan dengan pemilih, media dan kelompok kepentingan serta sumber daya alam, membuat keputusan politik untuk melindungi hak masyarakat gunan meningkatkan kesejahteran individu dan masyarakat, jelasnya.
Fungsi DPRD sebagai legislasi di wujudkan dalam pembentukan Perda, Anggaran membahas dan mengesahkan/menyetujui APBD dan Fungsi Pengawasan, bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan peraturan daerah yang telah ditetapkan, imbuhnya.
Suharno Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, menyampaikan terkait dengan 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Bahwa bangsa Indonesia menanamkan jiwa nasionalisme, memegang asas perikemanusiaan tidak melihat status dalam menolong setiap individu guna menjaga keharmonisan dan mengedepankan pelaksanaan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan masyarakat, jelasnya.
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa mulai dari sabang sampai mereuke, walau berbeda namun merupakan kesatuan yang utuh yakni Warga Negara Indonesia, tutupnya. (hand)