Tanjungsari (15/8) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik kepada pemilih pemula dengan peserta siswa SMAN 1 Tanjungsari dan SMKN 1 Tanjungsari pada hari Rabu, 14 September 2022 di SMAN 1 Tanjungsari. Hadir dalam acara tersebut Komisioner KPU Kabupaten Gunungkidul, Komisioner Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organsisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungsari, serta siswa SMAN 1 Tanjungsari dan SMKN 1 Tanjungsari.
Sambutan Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungsari Jumiyanto, S.Pd., M.Eng menyampaikan bahwa peserta kegiatan pendidikan politik adalah siswa yang berusia 17 tahun ketika pemilu serentak yang akan dilaksanakan 14 Februari tahun 2024. Selanjutnya menyampaikan terimakasih atas fasilitasi yang diberikan Badan Kesbangpol sehingga terlaksana kegiatan pendidikan politik dengan harapan akan menambah pengetahuan tentang kepemiluan.
Sambutan selanjutanya disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Ahmad Ahsan Jihadan,S.Psi., MA memohonkan ijin Bapak Kepala Badan Kesbangpol tidak bisa hadir membersamai pada kegiatan pendidikan politik pemilih pemula karena bersamaan dengan kegiatan lain. Selanjutnya menyampaikan terimakasih atas kerjasamanya sehingga kegiatan pendidikan politik ini dapat terlaksana, harapannya peserta kegiatan pendidikan politik partisipasi di pemilu serentak tahun 2024 minimal bisa menjadi pemilih yang cerdas.
Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dibimbing oleh Komisioner KPU Andang Nugroho dan Komisioner Bawaslu Sudarmanto, SE. Diskusi ini membahas meliputi pengertian Demokrasi, ciri-ciri demokrasi, dan fungsi pemilu. Kemudian pengenalan lembaga pemilu yang meliputi KPU, Bawaslu, dan DKPP. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pendidikan politik terlihat dari respon peserta, munculnya berbagai macam feedback dan aktifnya diskusi pada kesempatan pendidikan politik.