Nglipar (13/6) Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang berasal dari Pokok-Pokok Pikiran DPRD Kabupaten Gunungkidul diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul pada hari Selasa, 13 Juni 2023 di Balai Padukuhan Kedungkeris Kalurahan Kedungkeris Kapanewon Nglipar. Peserta dalam sosialisasi ini terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh wanita, tokoh pemuda, lembaga kalurahan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan Pamong Kalurahan Kedungkeris. Hadir dalam sosialisasi ini Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul sebagai pengusul , Sarjana, SE, Sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Gunungkidul, MH. Arkham Mashudi, S.STP dan Danramil Nglipar, Kapten CBA Rubito sebagai narasumber.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Pangripta Kedungkeris, Jumbidi yang mengucapkan selamat dating kepada anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, narasumber serta peserta sosialisasi wawasan kebangsaan. Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Padukuhan Kedungkeris Kalurahan Kedungkeris. Selanjutnya sambutan serta arahan oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Kusni Sumaryanti, SH. Dalam arahannya beliau mengajak peserta untuk mengikuti sosialisasi dengan seksama dan agar dapat menyebarluaskan informasi yang diterima kepada masyarakat dan keluarga di rumah.
Sarjana, SE yang merupakan pengusul kegiatan Pokok-Pokok Pikiran DPRD. Beliau menekankan bahwa Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini merupakan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI.
Penyampaian materi pertama oleh Danramil Ngawen, Kapten CBA Rubito, yang menyampaikan tentang Bela Negara. Beliau juga berpesan agar para orang tua untuk menjaga putra putrinya dari tindak kejahatan jalanan. Materi selanjutnya oleh Sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Gunungkidul, MH. Arkham Mashudi, S.STP. Selain menjelaskan tentang peran serta tugas Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Gunungkidul, beliau juga mengajak masyarakat di Padukuhan Kedungkeris untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Hal tersebut merupakan pengamalan dari semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.