PENYULUHAN P4GN DI DESA NGLANGGERAN KECAMATAN PATUK

Nglanggeran (25/9/2018) Penyuluhan P4GN yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk.. Peserta terdiri dari pelaku kelompok wisata, karang taruna, tokoh wanita, tokoh masyarakat dan perangkat desa yang berjumlah 50 peserta. Turut hadir dalam pembinaan ini adalah Ipda Ngatimin dari Polres Gunungkidul dan Wiwik Nur Widyastuti Fajarningsih dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul sebagai narasumber.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Nglanggeran, Senen. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Desa Nglanggeran merupakan desa wisata yang mendunia dan banyak pengunjung dari luar daerah. Sehingga potensi untuk masuknya narkoba sangat besar. “Pembinaan ini menghadirkan karang taruna  yang masih muda-muda. Sehingga generasi muda bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba”. 

Pada sesi penyampaian materi dipandu oleh Ka Subbid Ketahanan Nasional Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul, Irma M. Rahayu, S.STP. Materi yang pertama disampaikan oleh Polres Gunungkidul, Ipda Ngatimin. Beliau menyampaikan tentang bahaya narkoba serta sanksi hukum untuk pengguna, pengedar serta produsen narkoba. Narasumber selanjutnya adalah Wiwik Nur Widyastuti Fajarningsih dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang menyampaikan tentang jenis-jenis narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang dampak dari penggunaan narkoba untuk kesehatan kita. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjalankan gaya hidup sehat dan tidak merokok. Merokok merupakan awal mula seseorang mengkonsumsi narkoba.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang peserta menyampaikan bahwa mengapa pengedar narkoba masih banyak dan tetap beroperasi hingga saat ini. Pertanyaan ini ditanggapai oleh narasumber dari Polres Gunungkidul. Beliau menyampaikan bahwa narkoba di Indonesia termasuk terbesar di Asia Tenggara, hal ini disebabkan karena bisnis dari narkoba bisa dibilang sangat menggiurkan. Sehingga banyak pengedar yang tergiur untuk mencoba bisnis ini. Mereka sangat lihai dalam menyelundupkan narkoba dan mengelabui pemeriksaan.

Pembinaan ini bertujuan untuk mengenalkan serta mendeteksi secara dini adanya penyalahgunaan narkoba. Sehingga pelaku wisata dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Diharapkan setelah pembinaan ini, warga dapat mengajak masyarakat lain untuk senantiasa menghindari narkoba.

Previous MEMASUKI TAHAPAN KAMPANYE PEMILU 2019 DAN PILKADES SERENTAK DI KAB. GUNUNGKIDUL, PEMKAB GELAR RAPAT KOORDINASI

Leave Your Comment