Dialog Ulama Umaro Dalam Rangka Penanganan Konflik Sosial di Kecamatan Saptosari

Saptosari, (14/12) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik melaksanakan silaturahmi dialog ulama dan umaro di Kecamatan Saptosari. Hadir dalam pembinaan tersebut adalah tokoh agama, tokoh masyarakat, ulama dan Forkopimca Kecamatan Saptosari sejumlah 50 peserta.

Acara diawali dengan sambutan oleh Camat Saptosari, Jarot Hadiatmojo, S.IP, M.Si yang menyampaikan bahwa Kecamatan Saptosari telah melaksanakan Pilkades di 4 desa dengan lancar, rukun dan damai. Selain itu pembangunan di Kecamatan Saptosari juga telah mengalami peningkatan, salah satu buktinya adalah telah berdirinya Rumah Sakit Daerah dan pembangunan serta pelebaran jalan menuju tempat wisata. Namun, satu yang masih menjadi catatan serta PR untuk Kecamatan Saptosari yaitu masalah kemiskinan. “Saat ini Kecamatan Saptosari menduduki peringkat pertama dengan angka kemiskinan 70%. Walapun pada kenyataannya para penerima bantuan PKH adalah orang yang berada”.

Acara utama adalah dialog yang langsung dipandu oleh Kabid Bina Ideologi dan Ketahanan Nasional, Drs. Mulat Martono, M.Si. narasumber inti adalah Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. Drs. Immawan wahyudi, MH yang mengajak para ulama dan umaro untuk tetap menjaga Kabupaten Gunungkidul tetap rukun. Ketika ada perbedaan dalam penentuan hari raya haruslah dirembug dan duduk bersama. Saling mengerti tanpa mengganggu kelompok lain. “Bagaimanapun kita dan siapapun kita tetap Islam, jangan menyakiti satu sama lain”.

 Dalam dialog ini ada beberapa hal yang disampaikan oleh peserta. Salah satunya adalah dari Slamet Raharjo warga Desa Jetis yang menyampaikan bahwa toleransi di Kecamatan Saptosari sangatlah baik. Pembangunan di bidang pariwisata juga saat ini sangatlah pesat, hal ini memberikan dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak negatif yang saat ini sangat terasa adalah maraknya miras. Harapan agar Forkopimca dapat menindak hal ini.

Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh Camat Saptosari yang menyampaikan akan segera menindak hal tersebut. Dialog ini bertujuan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Gunungkidul. Diharapkan setelah dialog ini masyarakat dapat terus menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayahnya masing-masing serta tidak muncul aliran radikal yang dapat mempengaruhi kerukunan serta keutuhan NKRI.

Previous MENJELANG PEMILU SERENTAK 2019, BERLANGSUNG SOSIALISASI KEPEMILUAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Leave Your Comment