Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial di Kecamatan Rongkop

Rongkop (26/04/2019) Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial di Kecamatan Rongkop dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari perangkat desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, dan Tokoh Wanita. Ucapan selamat datang kepada para peserta penyuluhan disampaikan oleh Camat Rongkop, Agung Danarto, S.Sos, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Kecamatan Rongkopyang berada di wilayah perbatasan perlu adanya kewaspadaan terutama akan bahay laten yang terkadang tidak kita sadari. Namun Kecamatan Rongkop hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Beliau juga berharap agar penyuluhan ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Turut hadir dalam acara tersebut, Kabid Bina Ideologi dan Ketahanan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Drs. Mulat Martono, M.Si yang juga membuka acara penyuluhan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilu di Kecamatan Rongkop aman, tertib dan damai. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara penyuluhan pada hari ini.

Narasumber pertama adalah dari KODIM 0730 Gunungkidul, Kapten Wahyudi yang menyampaikan tentang kondisi terkini di dunia yang begitu banyak Negara hancur akibat konflik. Pemicu dari konflik ini adalah perebutan sumber energi yang ada di suatu Negara. Deteksi dini adanya konflik sosial di suatu wilayah perlu dilakukan agar masyarakat terhindar dari konflik sosial. Narasumber selanjutnya adalah dari Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino yang menyampaikan potensi serta titik-titik kerawanan yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Konflik Sosial yang sering terjadi di wilayah Gunungkidul biasanya dilatarbelakangi oleh keadaaan sosial ekonomi masyarakat yang belum tercukupi. Kecemburuan masyarakat terkait penerimaan bantuan PKH yang dipandang tidak merata dan tidak sesuai sasaran. Hal ini hampir terjadi di seluruh Kabupaten Gunungkidul.

Penyuluhan ini bertujuan untuk membuat masyarakat sadar akan pentingnya pencegahan konflik, mengenal tahapan-tahapan konflik, serta cara menangani konflik. Sehingga konflik tidak terjadi di masyarakat dan dapat ditekan seminimal mungkin.

Previous Penyuluhan P4GN di SMK N 1 Saptosari

Leave Your Comment