MERAWAT KEBHINEKAAN NKRI DENGAN SINAU PANCASILA DAN WAWASAN KEBANGSAAN DI KECAMATAN NGAWEN

Wonosari (29/10). Nilai-nilai dalam Pancasila mendambakan tatanan masyarakat yang terajut dalam ikatan kuat di dalam rumah besar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itulah kita perlu untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam rangka itulah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar “Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan” di Pendopo Kecamatan Ngawen yang diikuti unsur pemerintahan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ormas kepemudaan/Karang Taruna, danGenerasi muda/pelajar.

Dalam sambutannya, Camat Ngawen Slamet, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah DIY khususnya Badan Kesbangpol DIY yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Kecamatan Ngawen. Slamet menyampaikan bahwa secara umum kondisi wilayah Kecamatan Ngawen yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah bisa dikatakan kondusif.

Paparan narasumber Badrun Alaena, dari Pusat Studi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan sejarah lahirnya Pancasila dan proses terbentuknya UUD 1945 khususnya pada Pembukaan UUD 1945 yang secara historis menunjukkan betapa para pendiri bangsa ini sangat visioner dan arif dalam menyikapi kebhinekaan Indonesia.

Narasumber kedua, Bambang Setyo Martono dari Komisi A DPRD DIY menyampaikan bahwa keragaman di Indonesia harus disikapi dan diterima sebagai kekayaan budaya yang mempunyai nilai lebih dan tidak dimiliki oleh Negara lain sehingga harus dijaga dan dipelihara demi keutuhan NKRI.

Sementara Yuda Haryanto dari Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada 5 persoalan dalam negeri yang bisa melemahkan ikatan persatuan bangsa ini yaitu : Radikalisme, Paham atau idiologi yang bertentangan dengan Pancasila, Korupsi, Penyalahgunaan narkotika, dan Kondisi geologis yang rawan bencana. Untuk memperkuat persatuan diperlukan kolaborasi antara pemerintah, media, pengusaha, dan institusi pendidikan.

Previous Agar berkinerja baik, FKUB Deli Serdang belajar ke Gunungkidul

Leave Your Comment