Masyarakat Bedoyo mendapatkan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dari Badan Kesbangpol

Ponjong (7/09) – Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita, Pamong Kalurahan, Lembaga Kalurahan, Generasi Muda bertempat di Balai Kalurahan Bedoyo, Ponjong. Tema kegiatan ini” Mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang berkarakter kebangsaaan dalam bingkai NKRI’.

Kegiatan diawali dengan  ucapan selamat datang oleh Lurah Bedoyo Suminta, SP,  yang mengapresiasi kegiatan tersebut, dan  mengucapkan banyak terima kasih kepada Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul yang telah menunjuk Kalurahan Bedoyo sebagai tempat sosialisasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi warga kami, dan harapanya dapat di sosalisasikan dilingkungan keluarga.

Kepala Bidang  Politik dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kabupaten Gunungkidul  Mh. Arkham Mashudi, S.STP, menyampaikan terima kasih kepada Pamong Kalurahan Bedoyo, Ponjong yang telah bekerjasama dengan Badan Kesbangpol, sehingga kegiatan dapat terlaksana. Tujuan kegatan ini didasarkan karena semakin  memudarnya semangat  nasionalisme, sehingga  peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa sangat diperlukan., jelasya.

Hal lain disampaikan oleh Wiwik Widiastuti Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, bahwa peran DPRD dengan representasi rakyat dan berhubungan dengan pemilih, media dan kelompok kepentingan serta sumber daya alam, membuat keputusan politik untuk melindungi hak masyarakat guna meningkatkan kesejahteran individu dan masyarakat, jelasnya.

Fungsi DPRD sebagai legislasi di wujudkan dalam pembentukan Perda, Anggaran membahas dan mengesahkan/menyetujui APBD dan Fungsi Pengawasan, bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan peraturan daerah yang telah ditetapkan, imbuhnya.

 Suharno Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, menyampaikan terkait dengan 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Bahwa bangsa Indonesia menanamkan jiwa nasionalisme, memegang asas perikemanusiaan tidak melihat status dalam menolong setiap individu guna menjaga keharmonisan dan mengedepankan pelaksanaan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan masyarakat, jelasnya.

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa mulai dari sabang sampai mereuke, walau berbeda namun merupakan kesatuan yang  utuh yakni Warga Negara Indonesia, tutupnya. (hand)

Previous Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Kesbangpol di Pucanganom

Leave Your Comment