BANGUN KOHESI SOSIAL, KESBANGPOL GELAR PENYULUHAN DETEKSI POTENSI KONFLIK DI PLAYEN

Playen (9/7), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial di Balai Kalurahan Playen Kapanewon Playen pada hari Rabu, 9 Juli 2025. Adapun tema penyuluhan adalah Pencegahan Potensi Konflik Sosial dan Kerawanan Wilayah dalam Rangka Mewujudkan Gunungkidul Raya yang Adil Makmur Lestari dan Berkeadaban. Peserta penyuluhan merupakan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh wanita dan Pamong Kalurahan Playen. Narasumber kegiatan adalah Perwira Seksi Teritorial Kodim 0730 Gunungkidul, Lettu. Arm. Suharta dan Kanit Bintibsos Polres Gunungkidul, IPDA Lius Kartono, S.E.

Lurah Playen, Surahna dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini banyak sekali konflik yang timbul akibat kenakalan remaja. Ia berharap agar masyarakat yang hadir mengikuti penyuluhan hari ini dapat menyampaikan materi yang diterima kepada keluarga serta lingkungan sekitar khususnya para remaja. Johan Eko Sudarto, S.Sos., M.H., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjaga kohesi atau keteraturan sosial merupakan salah satu upaya pembangunan modal sosial di Kabupaten Gunungkidul. Ia menambahkan bahwa masyarakat harus dapat mendeteksi dengan cepat potensi konflik , ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan mungkin muncul.

Pasi Teritorial KODIM 0730 Gunungkidul, Lettu Arm Suharta, dalam paparannya menyampaikan bahwa Tentara Nasional Indonesia memiliki tugas operasi militer selain perang yaitu membantu Pemerintah Daerah dalam mengatasi konflik sosial dan kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa dan Karya Bakti.

Kanit Bintibsos, IPDA Lius Kartono, S.E. dalam paparannya menyampaikan beberapa potensi kerawanan di masyarakat antara lain isu SARA, politik uang, hoax dan fitnah serta pendatang baru tanpa adaptasi sosial. Ia juga menambahkan jika konflik sosial memberikan dampak berupa perpecahan antar warga, kerugian ekonomi dan materi, trauma sosial dan kekerasan serta gangguan pembangunan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan doa.

Previous HASIL DAN RENCANA TINDAK LANJUT SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK

Leave Your Comment