Wonosari, (23/9) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan di Balai Kalurahan Baleharjo Kapanewon Wonosari pada hari Selasa, 23 September 2025. Kegiatan ini bersumber dari Pagu Indikatif Sektoral. Peserta pembinaan merupakan tokoh masyarakat, tokoh wanita, tokoh pemuda dan Pamong Kalurahan Baleharjo.
Hadir sebagai narasumber kegiatan yaitu Komandan Detasemen TNI AU Gading, Mayor Lek Marwan Purnomo dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gunungkidul, Dr. Evi Nilawati, S.IP.,M.M.
Lurah Baleharjo, yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Carik Baleharjo, Chandra Dewi T.P., A.Md, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atas terselenggaranya kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan di Kalurahan Baleharjo, diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan cinta tanah air di kalangan masyarakat khususnya di Kalurahan Baleharjo. Liliestiani, S.Sos., Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Bina Ideologi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Baleharjo atas fasilitasi kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan ini sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik, harapannya masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini dapat menyampaikan materi yang diterima kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
Komandan Detasemen TNI AU Gading, Mayor Lek Marwan Purnomo, dalam paparannya menyampaikan bahwa Wawasan kebangsaan penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia, menumbuhkan cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa, serta menjadi benteng dalam menghadapi ancaman
disintegrasi, paham radikal, dan pengaruh negatif globalisasi. Dengan wawasan kebangsaan, masyarakat dapat mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan untuk membangun karakter yang kuat dan menjaga keutuhan bangsa demi mencapai tujuan bersama. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gunungkidul, Dr. Evi Nilawati, S.IP.,M.M., dalam paparannya menyampaikan bahwa generasi muda saat ini tidak lagi tertarik pada pendidikan wawasan kebangsaan karena sudah terganggu hal negatif di era digital ini sehingga pendidikan karakter berwawasan kebangsaan mulai terbengkalai. Wawasan kebangsaan sangat penting untuk dibina pada generasi muda agar dapat membentuk
generasi muda yg sehat jasmani dan rohaninya. Namun, jika pendidikan wawasan kebangsaan tidak dilakukan, pemuda akan gagal mengingat cara hidup mereka sebagai individu Indonesia. Maka dari itu dalam hal ini, diharapkan peserta pembinaan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dari kegiatan ini serta menyampaikannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, dilanjutkan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” serta foto bersama.