Wonosari, (10/11) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul kembali mengadakan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama dengan tema Pentingnya Kerukunan Umat Beragama sebagai Upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda Kalurahan Wunung. Turut hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut yaitu anggota Komisi A DPRD Kabupaten Gunungkidul Dwi Wahyu Asmorowati dan Bowo Sutrisno.
Lurah Wunung, Sudarto, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota Komisi A DPRD Kabupaten Gunungkidul dan Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul yang sudah menyelenggarakan kegiatan berupa pembinaan kerukunan umat beragama di wilayah Kalurahan Wunung. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi warga Kalurahan Wunung agar dapat menjaga lingkungan sekitarnya. Materi P4GN juga diharapkan dapat memberikan ilmu baru dan sebagai antisipasi penyalahgunaan narkoba di Kalurahan Wunung. Kepala Badan Kesbangpol yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Nani Asyfiah, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Kalurahan Wunung. Bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan, semoga momen ini juga dapat diresapi oleh masyarakat Kalurahan Wunung untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama guna memperkuat kesatuan bangsa.
Bowo Sutrisno menyampaikan bahwa posisi Indonesia yang strategis menjadi sasaran peredaran narkoba tingkat internasional. Perlu adanya peran seluruh lapisan masyarakat untuk dapat membantu memberantas penyalahgunaan narkoba yang semakin marak menyasar seluruh kalangan termasuk anak-anak. Dwi Wahyu Asmorowati menyampaikan efek buruk narkoba sangat terlihat jelas. Perlu adanya penanganan yang serius untuk pemberantasan narkoba. Hal tersebut bisa dimulai dari lingkungan sekitar, contohnya dengan menjaga kerukunan umat beragama. Adanya peran tokoh agama didalamnya sangat penting dalam penanggulangan narkotika karena memiliki pengaruh moral, sosial dan akses langsung ke individu dan masyarakat. Kerukunan umat beragama bukan hanya digunakan untuk menjaga toleransi akan tetapi juga kekuatan bersama untuk melawan ancaman narkotika yang bersifat lintas agama, budaya, dan juga generasi.