Wonosari (17/03), bertempat di Komplek Bangsal Sewoko Projo, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Silaturahmi Organisasi Wanita Bersama Bupati Gunungkidul. Hadir dalam acara tersebut Bupati Gunungkidul Ibu Endah Subekti Kuntariningsih, SE. MP., Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Kabupaten Gunungkidul, Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kabupaten Gunungkidul, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Kepala Bagian Protokol, Komunikasi, Pimpinan dan Rumah Tangga, Kepala Bagian Kesejaheraan rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Ibu Hj. Badingah , S.Sos dan 28 Perwakilan dari Organisasi Wanita.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, Drs. Wahyu Nugroho M.Si, selaku ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan organisasi wanita Kedua, meningkatkan sinergi dan kebersamaan dalam mendukung pembagunan daerah. Ketiga, menumbuhkan semangat kepedulian sosial, khususnya pada bulan Ramadan.
Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi yang mungkin sempat tertunda karena sudah lama tidak bersilaturahmi bersama. Peran aktif organisasi wanita sangat kami harapkan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya perwakilan dari Organisasi Wanita Ibu Sri Andari dari Organisasi Wanita Aisyiyah Kabupaten Gunungkidul beliau menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gunungkidul yang dinilai telah memberikan perhatian dan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Seluruh organisasi wanita di Gunungkidul siap berkolaborasi dan bersinergi dengan perangkat daerah terkait sesuai dengan bidang kemampuan masing-masing demi mewujudkan Gunungkidul yang lebih maju dan sejahtera, ujarnya.
Bupati Gunungkidul dalam arahannya mengutip pesan Bung Karno dalam buku Sarinah, laki-laki dan perempuan adalah dua sayap seekor burung. Jika keduanya kuat, maka burung tersebut dapat terbang ke puncak setinggi-tingginya,” Selain menyoroti peran strategis perempuan, Bupati juga menyinggung persoalan sosial yang masih menjadi perhatian serius di Gunungkidul, yakni tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual terhadap anak. Pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan perlindungan melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak.
Beliau juga meminta dukungan organisasi wanita untuk ikut aktif menyosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan masyarakat.
Acara itu juga dihadiri mantan Bupati Gunungkidul Hajah Badingah, yang disebut sebagai salah satu sosok perempuan inspiratif bagi masyarakat Gunungkidul.
Pertemuan ditutup dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Haji Ahmad Ahsan Jihadan, menjelang waktu berbuka puasa.